LKS GRATIS

Minggu, 31 Oktober 2010

KEHIDUPAN MANUSIA PRA AKSARA

LEMBAR KERJA SISWA 6
Kelas VII/SD 1/ KD1.2
KEHIDUPAN MANUSIA PRA AKSARA

I. TUJUAN
Setelah selesai mengerjakan Lembar kerja ini, diharapakan siswa dapat:
1. Menjelaskan kehidupan manusia pada jaman pra aksara
2. Menunjukkan tempat-tempat penemuan ala-alat yang digunakan pada masa aksara

II. BAHAN/ALAT/SUMBER
1. BAHAN :
a. Wacana
b. Peta Dasar Indonesia
2. ALAT : kertas Gambar, penggaris, pensil warna
3. SUMBER : Atlas Global penerbit Pustaka Dua Surabaya halaman 4, Buku Khasanah IPS Kelas VII karangan Sardiman AM dkk. Penerbit Tiga Serangkai , halaman 35

Wacana
Berdasarkan perkembangan kebudayaan dan peralatan yang digunakannya, masa praaksara dibagi menjadi tiga masa, yaitu masa berburu dan meramu, masa bercocok tanam, dan masa perundagian.
1) Masa Berburu dan Meramu
Pada masa berburu dan meramu, keadaan alam masih belum stabil. Manusia hidup secara berkelompok dan jumlahnya tidak terlalu banyak. Mereka selalu erpindah-pindah (nomaden) mencari daerah baru yang dapat memberikan makanan yang cukup. Makanannya diperoleh dengan cara berburu. Daerah perburuan mereka tidak terlalu jauh dari sungai, danau, atau sumber-sumber air yang lain karena binatang buruan selalu berkumpul di dekat sumber air. Peralatan yang digunakan oleh manusia untuk berburu pada waktu itu dibuat dari batu, kayu, maupun tulang-tulang hewan dalam bentuk yang sederhana.
Alat-alat yang digunakan manusia purba pada saat itu adalah sebagai berikut.
(1) Kapak perimbas, digunakan untuk menguliti binatang hasil berburu, merimbas kayu, dan memecah tulang.
(2) Alat serpih, digunakan sebagai gurdi, penusuk, dan sebagai pisau.
(3) Kapak genggam awal, digunakan untuk menggali ubi dan memotong binatang hasil berburu.
2) Masa Bercocok Tanam
Pada masa ini, manusia purba sudah menguasai pengetahuan dan teknologi yang berkaitan dengan usaha pertanian. Mereka juga sudah memiliki kemampuan mengadakan persediaan makanan. Kemampuan ini diikuti juga dengan kemahiran membuat wadah untuk menyimpan persediaan makanan tersebut. Sistem kehidupan manusia pada masa bercocok tanam sudah mulai tinggal menetap di suatu perkampungan. Kebutuhan mereka juga makin luas, misalnya kebutuhan akan makanan dan pakaian. Untuk memenuhi kebutuhan makanan, mereka bercocok tanam dengan cara berhuma, yaitu dengan menebangi hutan dan menanaminya (bercocok tanam sederhana). Oleh sebab itu, masa ini dikenal juga sebagai masa food producing karena manusia pada masa itu sudah mampu memproduksi makanannya. Masa bercocok tanam ditandai dengan berkembangnya kemahiran mengasah alatalat batu dan pembuatan gerabah (benda pecah-belah dari tanah liat yang dibakar). Alat yang diasah antara lain kapak lonjong, beliung persegi, mata panah, gerabah, dan perhiasan dari batu dan kerang.
3) Masa Perundagian
Pada masa perundagian, manusia mulai mengenal teknologi pertukangan. Mereka telah mampu mengolah logam, terutama perunggu dan besi. Kemampuan mengolah logam hanya dapat dikerjakan oleh orang yang ahli (undagi). Oleh sebab itu, masa ini dikenal dengan masa perundagian. Masa perundagian merupakan masa perkembangan pesat dari berbagai kemahiran membuat alat. Pada masa ini, telah dikenal sistem perdagangan. Sistem ini berkembang pada awalnya untuk mendapatkan timah putih, bahan utama pembuatan alat-alat perunggu. Alat-alat dari perunggu yang dihasilkan pada masa ini ialah nekara, kapak, bejana, dan arca-arca. Alat-alat dari besi yang dihasilkan antara lain mata kapak, mata sabit, mata pisau, mata tembilang, mata pedang, cangkul, tongkat. Kemahiran membuat gerabah dan manik-manik pun makin baik. Manik-manik sudah dibuat dari kaca.

Peta Dasar Indonesia


III. RINCIAN KEGIATAN
1. Bacalah materi pelajaran tentang kehidupan manusia pra aksara pada Buku Khasanah IPS Kelas VII karangan Sardiman AM dkk. Penerbit Tiga Serangkai , halaman 35
2. Baca pula wacana di atas
3. Perhatikan peta dasar Indonesia
4. Sediakan kertas gambar, penggaris, pensil warna
5. Menyalin peta dasar Indonesia
6. Kerjakan pertanyaan di bawah ini

IV. PERTANYAAN/ SURUHAN
a. Suruhan
1. Salinlah peta dasar Indonesia di atas pada kertas gambar kalian
2. Lengkapilah tempat-tempat penemuan ala-alat yang digunakan pada masa aksara dengan memberi tanda:
Huruf A = Tempat penemuan sarkofagus
Huruf B = Tempat penemuan dolmen
Huruf C = Tempat penemuan bejana perunggu
Huruf D = Tempat penemuan peti kubur batu
Huruf E = Tempat penemuan Gerabah
Huruf F = Tempat penemuan waruga
3. Gambarlah pada kotak di bawah ini
Kotak A buatlah gambar kapak lonjong
Kotak B gambarlah kapak corong
Kotak C buatlah mata panah gerigi

Kotak A Kotak B Kotak C








b. Pertanyaan
1. Jelaskan kehidupan manusia pra aksara pada masa berburu dan meramu!
2. sebutkan peralatan yang digunakan pada masa berburu dan meramu
3. jelaskan perbedaan corak kehidupan manusia pra aksara pada masa food gathering dengan masa food producing
4. Jelaskan perbedaan kehidupan manusia pada masa bercocok tanam dengan masa perundagian
5. Sebutkan tempat-tempat ditemukanya sarkofagus
6. Dimanakah tempat ditemukannya gerabah peninggalan jaman pra aksara!
7. Jelaskan perbedaan cirri-ciri kapak lonjong dan kapak corong



Ungaran, 26 Agustus 2009
Mengetahui
Kepala SMP Negeri Satu Atap Lerep




Agus Panca Triputra, M.Pd.
NIP 196108241982011002
Guru mata pelajaran




Sumargono, S.Pd.
NIP 197102101998021004

LEMBAR KERJA SISWA 7
Kelas VII/SD 1/ KD1.2

MANUSIA PRA AKSARA INDONESIA


I. TUJUAN
Setelah selesai mengerjakan lembar kerja ini, siwa dapat:
1. Menyebutkan jenis-jenis manusia Indonesia yang hidup pada masa Pra Aksara
2. Menjelaskan cirri-ciri manusia purba Indonesia
3. Menunjukkan daerah persebaran manusia purba di Indonesia

II. BAHAN/ALAT/SUMBER
a. Bahan :
1. Wacana
2. Peta Indonesia

Wacana

Manusia yang hidup pada masa praaksara biasa disebut manusia purba. Seperti apa manusia purba yang pernah hidup di Indonesia? Ternyata Indonesia merupakan tempat penting bagi perkembangan penyelidikan tentang manusia purba. Di Indonesia, banyak ditemukan berbagai fosil manusia purba. Jenis manusia purba yang ditemukan di Indonesia adalah seperti berikut.
a. Meganthropus
Fosil jenis Meganthropus, yaitu Meganthropus Palaeojavanicus, ditemukan oleh Von Koenigswald pada tahun 1936 dan 1941 di Sangiran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Manusia purba tertua di Jawa ini diperkirakan hidup antara 2.500.000 sampai 1.250.000 tahun yang lalu. Diperkirakan perawakannya sudah tegap, rahang dan gerahamnya besar, serta tidak berdagu sehingga menyerupai kera. Mereka hidup dari makanan yang terutama berasal dari tumbuh-tumbuhan.
b. Pithecanthropus
Fosil Pithecanthropus paling banyak ditemukan di Indonesia. Pithecanthropus tidak setegap Meganthropus. Jenis-jenis Pithecanthropus di Indonesia antara lain Pithecanthropus mojokertensis, Pithecanthropus soloensis, dan Pithecanthropus erectus. Manusia purba yang diperkirakan hidup 2.500.000 sampai 1.250.000 tahun yang lalu ini berbadan tegak sekitar 165-180 cm. Mereka masih menyerupai kera dengan tulang tengkorak yang cukup tebal dan berbentuk lonjong. Pithecanthropus hidup berburu dan mengumpulkan makanan. Mereka tinggal di padang terbuka dan hidup secara berkelompok.
c. Homo
Manusia jenis homo lebih sempurna dari kedua jenis manusia purba di atas. Manusia dengan tinggi badan antara 130-210 cm ini hidup antara 25.000-40.000 tahun yang lalu. Jenisnya antara lain Homo Soloensis (manusia purba dari Solo), Homo Wajakensis (manusia purba dari Wajak), dan Homo Sapiens (manusia cerdas). Manusia purba jenis ini telah mampu membuat alat-alat dari batu dan tulang untuk berburu. Mereka juga telah mampu memasak makanannya walau dengan cara sederhana.
• Pithecanthropus mojokertensis ditemukan pada tahun 1936 di Mojokerto, Jawa Timur.
• Pithecanthropus erectus ditemukan pada tahun 1890 oleh Eugene Dubois di daerah Trinil, Lembah Sungai Bengawan Solo
• Homo wajakensis ditemukan oleh Van Reitschoten pada tahun 1889 dan oleh Eugene Dubois pada tahun 1890 di Desa Wajak, Tulungagung, Jawa Timur.
• Homo soloensi ditemukan oleh Ter Haar dan Ir. Oppenorth pada tahun 1931-1934 di Desa Ngandong, di Lembah Sungai Bengawan Solo.

Peta Indonesia



b. Alat : Kertas Gambar,
c. Sumber : Atlas Global penerbit Pustaka Dua Surabaya halaman 4, Buku Khasanah IPS Kelas VII karangan Sardiman AM dkk. Penerbit Tiga Serangkai , halaman 29

III. RINCIAN KEGIATAN
1. Bacalah materi tentang manusia Indonesia yang hidup pada masa pra aksara di Buku Khasanah IPS Kelas VII karangan Sardiman AM dkk. Penerbit Tiga Serangkai , halaman 29
2. Baca pula wacana di atas
3. Cermati peta Indonesia di atas
4. Bentuklah kelompok diskusi yang beranggotakan 3-4 orang/siswa
5. Diskusikan dengan kelompokmu dengan pokok permasalahan “manusia Indonesia yang hidup pada masa Pra Aksara” dan salinlah peta Indonesia dengan memberi persebaran manusia Indonesia yang hidup pada masa pra aksara
6. Presentasikan hasil diskusimu di depan kelas
7. Kerjakan pertanyaan/suruhan di bawah ini


IV. PERTANYAAN/SURUHAN
1. Buatlah kesimpulan hasil diskusi mu
2. sebutkan jenis-jenis manusia Indonesia yang hidup pada masa pra aksara
3. Sebutkan ciri-cir manusia purba Meganthropus Palaeojavanicus
4. Sebutkan ciri-ciri manusia purba Pithecanthropus
5. Sebutkan jenis-jenis manusia purba Homo
6. Jelaskan perbedaan cirri-ciri manusia purba Homo
7. sebutkan daerah ditemukannya fosil Meganthropus Palaeojavanicus
8. sebutkan daerah ditemukannya fosil Pithecanthropus
9. sebutkan daerah ditemukannya fosil Homo




Ungaran, 28 Agustus 2009
Mengetahui
Kepala SMP Negeri Satu Atap Lerep




Agus Panca Triputra, M.Pd.
NIP 196108241982011002
Guru mata pelajaran




Sumargono, S.Pd.
NIP 197102101998021004

LEMBAR KERJA SISWA 8
Kelas VII/SD 1/ KD1.2

PERSEBARAN NENEK MOYANG BANGSA INDONESIA


I. Pendahuluan
Walaupun Homo erectus dan Homo wajakensis pernah tinggal dan hidup di Indonesia, ada yang menduga bahwa keduanya bukan nenek moyang bangsa Indonesia. Kedua jenis manusia ini punah dari bumi Nusantara. Demikian pula, nasib Australomelanesid yang juga diragukan sebagai nenek moyang bangsa Indonesia. Berdasarkan ciri-ciri fisik bangsa Indonesia, terutama yang tinggal di kawasan timur, kita jumpai pewarisan Australomelanesid, yaitu tinggi, berkulit agak gelap, hidung lebih mancung, dan berambut keriting. Ciri-ciri ini pun kadang-kadang muncul juga pada bangsa Indonesia yang tinggal di kawasan barat.

II. Bahan / alat/ sumber
a. Bahan :
1. Wacana
2. Peta Asia Tenggara
b. Alat : Kertas Gambar, penggaris, pensil warna
c. Sumber : Atlas Global penerbit Pustaka Dua Surabaya halaman 74, Buku Khasanah IPS Kelas VII karangan Sardiman AM dkk. Penerbit Tiga Serangkai , halaman 45


Wacana

Ada beberapa dugaan asal usul bangsa Australomelanesid sebagai berikut. Pertama, keturunan langsung dari Homo wajakensis. Dugaan ini didasarkan atas pewarisan ciri-ciri fisik ragawi. Jadi, Australomelanesid adalah bangsa asli Nusantara. Kedua, keturunan Proto australoid yang berpindah dari sekitar Laut Tengah dan pernah tinggal di India sebelum hadirnya bangsa Dravida. Namun, sebagian dari mereka kemudian terdesak ke pegunungan menjadi kasta rendah dan sebagian lagi bergeser ke timur termasuk ke Nusantara. Bahkan, ada juga yang sampai Benua Australia. Persamaan ciri ragawi dan bahasa mendasari dugaan ini. Jadi, bangsa ini bukan asli Nusantara.
Dengan demikian, yang berhak ditunjuk sebagai nenek moyang bangsa Indonesia sebaiknya tidak hanya bangsa Melayu austronesia, tetapi juga bangsa Australomelanesid walaupun sumbangannya lebih kecil. Tidak diragukan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia adalah bangsa Melayu austronesia. Perpindahan dan persebaran bangsa Melayu austronesia ke Indonesia tidak terjadi sekaligus, tetapi berlangsung secara bertahap. Tahap-tahap perpindahan dan persebarannya sebagai berikut.
a. Periode I
Periode I ini berlangsung sekitar 1500 SM dan sering disebut sebagai perpindahan bangsa Proto Melayu atau Melayu Tua. Proto Melayu ini diduga berasal dari Yunan (Cina Selatan). Mereka pindah ke Indonesia melalui dua jalur sebagai berikut.
1) Jalur Selatan melalui Thailand–Selat Malaka–masuk ke Indonesia.
2) Jalur Timur melalui Vietnam–Taiwan–Filipina–masuk ke Indonesia dari arah utara.
Mereka datang dengan membawa kebudayaan Batu Baru (Neolitikum). Berdasarkan temuan persebaran kebudayaan neolitikum, bangsa Melayu austronesia atau Proto melayu telah memasuki Indonesia dan menyebar merata di seluruh bagian. Selanjutnya, ada yang berbaur dengan penduduk sebelumnya, yaitu Australomelanesid.
b. Periode II
Periode II berlangsung sekitar tahun 300 SM. Bangsa Melayu austronesia gelombang II ini sering disebut juga sebagai Deutero Melayu/ bangsa Melayu Muda. Mereka diduga berasal dari Dong Son (Vietnam). Dugaan tersebut didasarkan atas persamaan teknologi barang-barang yang mereka hasilkan, baik logam (perunggu dan besi) maupun gerabah. Barang-barang yang ditemukan di Indonesia digolongkan sebagai jenis budaya Bacson-Hoabinh yang berkembang dari kawasan Dong Son di Vietnam. Mereka datang dengan membawa kebudayaan logam sehingga Indonesia memasuki masa perundagian.









Peta Asia Tengara




III. Rincian kegiatan
1. Bacalah materi tentang persebaran nenek moyang bangsa Indonesia di Buku Khasanah IPS Kelas VII karangan Sardiman AM dkk. Penerbit Tiga Serangkai , halaman 45
2. Baca pula wacana di atas
3. Cermati peta Asia Tenggara di atas
4. Bentuklah kelompok diskusi yang beranggotakan 3-4 orang/siswa
5. Diskusikan dengan kelompokmu dengan pokok permasalahan “persebaran nenek moyang bangsa Indonesia” dan salinlah peta Asia Tenggara dan berilah alur persebaran nenek moyang bangsa Indonesia
6. Presentasikan hasil diskusimu di depan kelas
7. Kerjakan pertanyaan/suruhan di bawah ini

IV. Pertanyaan / suruhan
1. Buatlah kesimpulan hasil diskusimu!
2. Darimanakah asal usul nenek moyang bangsa Indonesia?
3. Sebutkan bangsa – bangsa yang menjadi nenek moyang bangsa indonesia!
4. Dari keturunan bangsa apa yang mendiami indonesia Timur?
5. Dari keturunan bangsa apa yang mendiami Indonesia Timur?
6. Jelaskan Perpindahan dan persebaran bangsa Melayu austronesia ke Indonesia pada periode I
7. Jelaskan Perpindahan dan persebaran bangsa Melayu austronesia ke Indonesia pada periode II



Ungaran, 8 September 2009
Mengetahui
Kepala SMP Negeri Satu Atap Lerep




Agus Panca Triputra, M.Pd.
NIP 196108241982011002
Guru mata pelajaran




Sumargono, S.Pd.
NIP 197102101998021004

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar